PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
NeuropsikologiPsikologi KognitifPsikolinguistik

Anomia Warna

color anomia

Ringkasan Singkat

Anomia warna adalah ketidakmampuan untuk menamai warna yang disajikan meskipun dapat menunjuknya saat nama diberikan dan mencocokkan warna dengan benar, dijelaskan sebagai diskoneksi pusat warna kortikal dari area bahasa.

Anomia warna (color anomia) adalah jenis anomia spesifik yang melibatkan kesulitan dalam menamai warna yang disajikan secara visual, meskipun individu tetap mampu mengenali dan membedakan warna, serta dapat menunjuk ke warna yang benar ketika namanya disebutkan. Misalnya, seseorang dengan anomia warna mungkin tidak dapat menyebutkan "merah" saat melihat objek merah, tetapi jika diminta untuk menunjuk "merah", dia dapat melakukannya dengan benar, dan jika diminta untuk mencocokkan dua objek merah, dia juga dapat melakukannya.

Kondisi ini dijelaskan sebagai diskoneksi antara pusat-pusat warna kortikal (area otak yang memproses informasi warna) dan area bahasa di belahan otak kiri. Kerusakan pada jalur penghubung ini mengganggu kemampuan untuk mengambil nama warna yang tepat meskipun persepsi dan pemahaman warna tetap utuh. Anomia warna memberikan bukti tentang bagaimana berbagai modul kognitif—persepsi, memori, dan bahasa—bekerja secara terpisah dan kemudian berinteraksi di otak.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychological Association. (n.d.). Color anomia. In APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/color-anomia
  • Geschwind, N., & Fusillo, M. (1966). Color-naming defects in aphasia. Archives of Neurology, 15(2), 137–146.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback